Sunday, 25 December 2011

Ayo Jalan-Jalan ke Kutub Selatan!

Biasanya kalau berbicara tentang destinasi wisata yang sedang populer saat ini, kita pasti langsung terbayang tempat-tempat tropis nan eksotis dengan keindahan alam yang bagaikan surga dunia seperti Bali, Hawaii, atau Malibu. Atau mungkin teman-teman langsung berpikir mengenai objek-objek dengan atraksi wisata yang tak ada dua? Seperti Las Vegas dengan casino-casino nya, Rio de Janeiro dengan karnavalnya yang semarak, hingga mengikuti tur-tur keliling kota Roma yang setiap jengkal tanahnya diliputi kisah dan sejarah mengenai Imperial terbesar di dunia.

Itu mah sudah biasa!

Di blog wisata extreme ini saya tidak akan membahas wisata yang sudah umum seperti itu! Destinasi wisata yang dibahas harus unik, gokil, dan ga biasa.

Tren Berwisata ke Kutub Selatan!


Percaya ga percaya, wisata extreme yang saat ini semakin digemari adalah berwisata ke kutub selatan.  Benar, sebuah tempat yang tidak memiliki infrastruktur pendukung pariwisata apapun, dengan peraturan larangan membangun hotel dan fasilitas penunjang wisata lainnya, kini dikunjungi oleh lima puluh ribu wisatawan pertahunnya. Di Belanda saja sudah ada sekitar 20 biro perjalanan yang menawarkan paket wisata ke kutub selatan.

Pengantar Kepariwisataaan : Benang Kusut Pariwisata Indonesia

Ingar bingar pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II baru saja berakhir. Sebanyak 34 menteri Kamis (22/10) siang telah dilantik. Sejumlah wajah baru mewarnai susunan kabinet, tapi sejumlah wajah lama ada yang masih bertahan. Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata adalah satu di sekian wajah lama yang masih dipertahankan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Satu periode menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero mestinya mafhum mengenai kekusutan pariwisata Indonesia. Ada kesempatan lima tahun lagi bagi Jero untuk mengurai kekusutan itu.

Mari sejenak merenung tentang betapa kayanya tanah air Indonesia. Tentang keunikan masing-masing lebih dari 17.000 pulau, keindahan surgawi pantai-pantai yang membentangi, sekaligus keberagaman etnis yang mendiami.
   
Tanyakan pada wisatawan apa yang ingin mereka lihat sepanjang waktu liburan mereka. Indonesia punya semua jawabannya dari sejak pelancongan zaman jurrasic di Pulau Komodo hingga urban futuristik di sejumlah kota besarnya.
   
Namun, Indonesia yang layaknya lumbung pariwisata dan budaya belum juga mampu beranjak menjadi negeri pelancongan yang berdiri sejajar dengan para tetangga di ASEAN sebut saja si Uniquely Singapura, si Trully Asia Malaysia, dan si Amazing Thailand.
   
World Economic Forum pada 2009 menempatkan Indonesia pada urutan ke-81 dari 130 negara yang dinilai dari sisi pariwisata. Angka itu memprihatinkan mengingat Singapura pada forum yang sama masuk dalam daftar top ten. Si Zamrud Khatulistiwa itu masih saja berkutat dengan ruwetnya rantai pemasaran yang menggerakkan sektor pariwisatanya.